This retrospective is written in Bahasa Indonesia. (Some rights reserved)

Hana Yori Dango © Kamio Yoko/
Shueisha [First serialized in Margaret]
Prestasi manga Hana Yori Dango karya Kamio Yoko yang diadaptasi menjadi dorama di Taiwan, Jepang, dan Korea Selatan (dan China walaupun tidak mendapat lisensi dari penerbit Jepang Shueisha) tentunya tidak lepas dari prestasi penjualan manganya yang laku 54 juta copy.
Sebenarnya, jauh sebelum era F4 Taiwan, Hana Yori Dango telah diadaptasi menjadi film layar lebar di tahun 1995 (dibintangi oleh Tanihara Shosuke, Uchida Yuki, dan Naohito Fujiki). Hingga akhirnya produser versi Taiwan Angie Chai dan sutradara Cai Yuexun berkolaborasi dan merilis Meteor Garden di tahun 2001. Sejak saat itu, Jepang dan Korea Selatan seakan tidak mau ketinggalan dan mencoba mengadaptasi kisah Cinderella modern ini.
Berikut ini adalah pendapatku mengenai masing-masing doramanya.
Meteor Garden [2001] dan Meteor Garden II [2002] (CTS, Taiwan)
Rating: 8/10

流星花園 (Liúxīng Huāyuán/
Meteor Garden)
Menurutku, Meteor Garden adalah adaptasi yang paling berani dari antara adaptasi Hanadan yang lain (Hana Yori Dango dan Boys Over Flowers). Makino Tsukushi dan anggota F4 diceritakan bukan sebagai siswa SMU. Pemilihan casting F4nya juga tepat, dipilih wajah-wajah baru yang tampan dan berbody atletis. F4 Taiwan ini pun akhirnya membentuk grup vokal F4 (yang akhirnya diganti menjadi "JVKV," setelah penerbit Jepang Shueisha keberatan dengan penggunaan "F4") dan merilis album musik. OST dramanya juga sangat keren.
Sayangnya, plot cerita yang sudah cukup baik di season pertamanya, dikacaukan oleh season kedua dengan penambahan tokoh Ye Sha dan hilangnya ingatan si pentolan F4.
Secara keseluruhan, aku lebih menyukai season pertamanya. Barbie Hsu and Jerry Yan have a very good chemistry in their romantic scenes. (They did a very steamy kiss scene.)
Hana Yori Dango [2005], Hana Yori Dango Returns [2007], Hana Yori Dango Final [2008] (TBS, Japan)
Rating: 9/10

花より男子F (ファイナル)
(Hana Yori Dango Final)
Adaptasi yang alur ceritanya paling setia dengan versi manganya. Pemilihan casting untuk pemeran Tsukasa dan Rui, dipilih aktor-aktor yang sudah punya nama, seperti Matsumoto Jun dan Oguri Shun. Popularitas juga diperoleh oleh dorama ini juga turut andil dalam mendongkrak karir Inoue Mao, Matsuda Shota dan Abe Tsuyoshi. Soundtracknya didominasi oleh grup boyband Arashi namun yang paling kusuka adalah OST season kedua, Love So Sweet (Arashi) dan Flavor of Life (Utada Hikaru).
Sayangnya, adegan kiss dari Hanadan kurang berkesan. Apakah karena pangsa pasar dorama ini adalah remaja atau memang kecenderungan dorama Jepang yang tidak mengeksplorasi adegan kiss dengan lebih baik?
Overall, I think Hana Yori Dango is the best adaptation version from the manga. Dan fans Hanadan akan makin dipuaskan dengan dirilisnya versi movie, Hana Yori Dango Final.
Boys Over Flowers [2009] (KBS 2, South Korea)
Rating: 8/10

Boys Over Flowers AKA 꽃보다 남자
Versi adaptasi paling gress dari Hana Yori Dango. Kekuatan utamanya tentu saja di pemilihan casting F4 yang very bishie. Jangan lupakan pula barang-barang lux yang selalu tampil di tiap episode (produsernya berhasil merangkul banyak sponsor). Dan yang paling berkesan, tentu saja lagu Because I'm Stupid versi akustik yang dinyanyikan oleh Kim Hyun Joong (pemeran Ji Hoo sunbae AKA Hanazawa Rui). Lagu itu benar-benar menggambarkan perasaan Ji Hoo kepada Jan Di.
Secara keseluruhan, aku tidak menyukai sisi lebay dari versi adaptasi ini namun doramanya sendiri sangat menarik untuk diikuti. Can't get my eyes out from Kim Bum's smile. (So Yi Jeong/Nishikado Soujiro).
disclaimer
Images used here for reference are © their respective intellectual rights holders. No infringement intended.
other invaluable resources
Wikipedia · 7net Shopping, Amazon.com, Yesasia (images)
Technorati tags
review · dorama · manga · shoujo · Hana Yori Dango · Kamio Yoko · Shueisha · Margaret · Meteor Garden · Boys Over Flowers